BANGGAI LAUT – Perjalanan 131 hari keliling Indonesia membawa Ketua DPC GEKRAFS Kabupaten Karo, Amsal Sitepu, singgah di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.
Amsal yang sempat menjadi sorotan dalam perkara hukum terkait proyek video profil desa, kini memilih membawa semangat berkarya kepada pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah.Angka 131 dalam perjalanan Amsal memiliki cerita tersendiri.
Sebelum menjalankan program 131 Hari Jalan Nusantara, ia sempat menjalani penahanan selama 131 hari dalam perkara dugaan korupsi proyek video profil desa di Kabupaten Karo.
Amsal kemudian divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Medan pada 1 April 2026.Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Amsal dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif agar berani berkarya.
Bersama istrinya, ia kemudian menjalani perjalanan keliling Indonesia untuk menemui pelaku ekraf, menyerap aspirasi, sekaligus berbagi pengalaman.Amsal hadir dalam sharing session ekonomi kreatif yang digelar GEKRAFS Kabupaten Banggai Laut pada Senin (24/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ia membahas perkembangan ekonomi kreatif sekaligus potensi yang dapat dikembangkan pelaku ekraf di daerah.Amsal mengatakan, ekonomi kreatif merupakan gelombang ekonomi baru yang bertumpu pada ide, gagasan, kreativitas, dan bakat.
Potensi tersebut perlu dikembangkan oleh para pelaku ekonomi kreatif di setiap daerah.“Ekonomi kreatif merupakan gelombang ekonomi baru yang berpusat pada ide, gagasan, kreativitas dan juga bakat,” kata Amsal.Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan besar dalam sektor ekonomi kreatif.
Tiga sektor yang menjadi kekuatan utama Indonesia, yakni kuliner, kriya, dan fesyen.Amsal juga menilai pelaku ekonomi kreatif di daerah memiliki peluang besar untuk berkembang. Karena itu, ia mendorong para pelaku agar berani menghasilkan karya dan tidak takut mengembangkan kreativitas.
“Yang kami lakukan bukan hanya untuk menjemput aspirasi pelaku ekonomi kreatif, tapi juga untuk membagikan semangat supaya teman-teman para pelaku ekonomi kreatif di daerah ini jangan takut untuk berkarya,” ujarnya.
Perjalanan 131 Hari Jalan Nusantara tersebut dimulai dari Sabang. Saat berada di Banggai Laut, perjalanan Amsal bersama istrinya telah memasuki hari ke-110.Amsal mengatakan, perjalanan tersebut dilakukan menggunakan mobil.
Namun, untuk menuju Banggai Laut, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan kapal dan meninggalkan mobil untuk sementara.Selama berada di Banggai Laut, Amsal tidak hanya mengikuti sharing session. Ia juga mengunjungi sejumlah objek wisata dan lokasi yang memiliki nilai budaya untuk melihat langsung potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Kunjungan itu menjadi bagian dari perjalanannya mengenal potensi setiap daerah yang disinggahi. Ia juga menjadikan perjalanan tersebut sebagai kesempatan untuk bertemu dan mendengar aspirasi para pelaku ekonomi kreatif.
Amsal berharap para pelaku ekonomi kreatif di Banggai Laut terus mengembangkan ide dan karya yang memiliki nilai ekonomi.
“Jangan takut untuk berkarya. Kreativitas itu bukan sebuah kejahatan,” tegasnya.Sementara itu, Ketua DPC GEKRAFS Kabupaten Banggai Laut, Fauzan Kaepa, mengatakan organisasinya masih tergolong baru.
GEKRAFS Banggai Laut dilantik sekitar dua bulan lalu secara serentak di Palu, Sulawesi Tengah, bersama jajaran DPW.“GEKRAFS Kabupaten Banggai Laut kurang lebih baru berjalan selama dua minggu. Kami dilantik kurang lebih dua bulan yang lalu secara serentak di Palu, Sulawesi Tengah bersama juga dengan DPW,” kata Fauzan.
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra. Pelantikan itu juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Akbar Supratman Andi Atjas.Fauzan mengatakan, setelah terbentuk, GEKRAFS Banggai Laut berupaya mengembangkan jejaring dan memperkuat peran pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Ia berharap kehadiran Amsal dapat memberikan tambahan wawasan bagi pelaku ekraf Banggai Laut. Pertukaran pengalaman tersebut juga diharapkan membuka peluang kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif dari daerah lain.Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Laut, Syarif Uda’a. Hadir pula Ketua dan Sekretaris Yayasan Banggai Berdampak.













