Lompat ke konten utama

Banggai Berdikari

Puisi: Timbangan Patah di Negeri Konstitusi

Penulis: Muh. Alhafizh Di atas lembar tua bernama UUD ’45, tertulis megah: Negara Hukum, namun di tanah tempat ia berdiri, keadilan tertatih—berjalan tanpa tumpuan. Timbangan yang seharusnya tegak lurus, telah patah, bukan karena usia, tapi dibebani kuasa yang rakus, dan dibisiki kepentingan penguasa. Palunya masih diketuk, namun nadanya bukan lagi kebenaran, melainkan sandiwara berkedok aturan, […]